Angularjs Jumpstart with Dan Wahlin Coupon

Angularjs Jumpstart with dan Wahlin Coupon Membangun aplikasi Web?  Belajarlah untuk membangun Aplikasi Halaman Tunggal (SPA) yang k...

MASIGNCLEAN101

Sinopsis Notes From Qatar 2

iklan banner



Posted: 27 Nov 2014 07:00 PM PST
Judul: Notes From Qatar 2
Penulis: Muhammad Assad
Artistik: Achmad Subandi
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun: 2013
Hlm: 245
ISBN: 9786020227221
Rating: 3/5
Sinopsis:
NFQ:   
Notes From Qatar karya Muhammad Assad adalah salah satu buku best sellert tahun 2011, pada tahun 2012, Assad menerbitkan NFQ2 yang juga mendapat sambutan baik dari masyarakat karena sudah cetak ulang beberapa kali.

Berisi tentang motivasi islami khas anak muda yang merupakan kumpulan tulisaannya di blog Notes From Qatar. Menurut Jusuf Kalla, buku ini sangat inspiratif, menarik, dan bersahaja. Buku ini dapat membangkitkan semangat juang generasi muda Indonesia.


Editor's Note Muhamaad Assad selain ahli bidang Islamic Finance yang baru saja menyelesaikan sekolah S2 nya di Qatar saat ini sering melakukan berbagai aktivitas salah satunya seminar motivasi di beberapa daerah.

Pernah dengar #SSS - Sedekah Super Stories? Itu lho kumpulan kisah-kisah nyata soal sedekah dan khasiatnya. Awalnya saya nggak sengaja blogwalking ke blognya Muhammad Assad dan baca #SSS itu. Dalam beberapa cerita, selalu disinggung-singgung soal buku Notes From Qatar yang menginspirasi mereka untuk sedekah (lalu sukses) dan membagi kisahnya di #SSS

Usut punya usut, ternyata Muhammad Assad ini penulisnya NFQ dan #SSS (iya, ternyata #SSS juga diterbitkan). Muhammad Assad adalah salah seorang blogger, motivator, dan penulis muda yang sangat terkenal akan segudang prestasinya. Apa aja prestasinya? Banyak. Jadi nggak perlu lah ya saya jabarkan satu per satu disini. Bisa di cari di google kok.

Nah, saya mau bahas soal bukunya saja. I'm a book reviewer after all. So, NFQ 2 ini memiliki tiga tema khusus bahasan, yakni Honest, Humble, Helpful. Triple H itu merupakan lanjutan dari rumus triple P (Positive, Persistence, Pray) dibukunya yang pertama.

Ibaratnya, setelah menjadi pribadi yang positif menggapai mimpi, telaten dan teguh dalam berusaha, dan tidak lupa berdoa pada Allah SWT. Muhammad Assad ingin agar pembacanya tidak lantas lupa diri. Karena pribadi yang sukses ibarat padi yang semakin berisi makin merunduk. Kita pun harus stay honest, humble, and helpful.

Honest is the best attitude, Humble is the best approach, and Helpful is the best investment~ p.2

Sekarang saya paham kenapa buku ini laris manis bak kacang goreng. Rupanya, Assad mampu mengemas pesan-pesan Al-Qur'an dengan sangat sederhana dan mudah dipahami. Pertama, dia akan mendeskripsikan topik bahasan. Lalu ia sertakan penggalan ayat Al-Qur'an. Baru kemudian ia menjelaskan lebih jauh dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari memakai alur logika, baik yang ia alami maupun yang dialami orang lain.

Meskipun kental dengan ayat Al-Qur'an tapi tulisannya bersifat universal lho. Jadi saya rasa cocok dibaca semua kalangan, nggak harus muslim kok. Berdasarkan gaya bahasanya pun saya rasa target pembacanya lebih cocok untuk remaja dan YA karena ini kan bahasa blog yang dibukukan gitu. Jadi banyak kalimat yang sepertinya tanpa suntingan. 

Poin plus buku ini salah satunya adalah kertas full color lho guys. Dari lembar pertama hingga terakhir semuanya full color dengan kualitas bagus. Di dalamnya juga banyak sekali foto-foto berwarna. Nggak heran deh harganya pun juga oke sekali di dompet saya (langsung meringis sambil elus-elus dompet).

Selain pesan-pesan motivasi, ia juga banyak sekali menyelipkan pengalaman-pengalaman pribadinya. Ini poin yang jadi nilai lebih dari buku ini. Assad tidak pelit membagi kisah suksesnya yang sangat menginspirasi tanpa sok menggurui. Ia menunjukkan bahwa ia hanyalah manusia biasa yang berusaha ekstra keras dan berdoa sehingga ia bisa mencapai kesuksesan di usia semua ini.

Lihat saja yang ngasih endorsment bukunya lho orang-orang terkenal dan berpengaruh di Indonesia yang ia hormati dan perkenalkan sebagai mentornya. Siapa saja mereka? Well, jangan kaget ya, mulai dari First Lady Qatar (kecuali yang ini ya, non-Indonesia), Jusuf Kalla, Dr. Tanri Abeng, Anies Baswedan, Ary Ginanjar, Yusuf Mansur, Acha Septriasa, dan masih banyak lagi.

Nah lho, siapa dia ya? Kok networknya luar biasa luasnya? Well, itu juga yang bikin saya tertarik baca NFQ. Tentu selain karena faktor kebermanfaatan buku ini, saya juga jadi sangat penasaran untuk lebih mengenal Assad lewat bukunya.

Oiya, jangan heran ya kenapa saya langsung review buku ke-2 tanpa mereview buku pertama. Pasalnya, saya nyari buku pertamanya kemana-mana di Jogja udah sold out. Sayang sekali, padahal yang paling bikin saya penasaran tuh justru buku pertamanya.

Kenapa? Ya karena sebenernya yang membuat saya penasaran justru ilmu sedekahnya Assad yang menginspirasi banyak orang (terutama mereka yang menulis #SSS karena NFQnya Assad). Sehebat apa sih sedekahnya Assad sampai segitunya? Katanya karena sedekah, Assad bisa kuliah di Malaysia, lalu berikutnya Qatar lho. Wow. 

Penasaran juga?


Baca dan Posting Bareng BBI
November 2014
Buku dengan unsur angka

Share This :
Zaenal Arifin

Most Popular